instruksi.co.id, Pringsewu – Fakta baru terungkap dari pengungkapan dua kasus dugaan pencurian di Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu. Polisi memastikan kedua aksi kejahatan tersebut dilakukan dengan modus subuh oleh pelaku utama, LN (20), warga Pekon Pujodadi, Pardasuka.
Kasat Reskrim Polres Pringsewu, AKP Johannes Erwin Parlindungan Sihombing, menjelaskan, sebelum beraksi, LN terlebih dahulu memantau kondisi rumah korban. “Pelaku sudah mengetahui kebiasaan korban yang meninggalkan rumah saat salat subuh. Saat situasi sepi, pelaku mendongkel jendela untuk masuk ke rumah dan mengambil barang-barang berharga,” ungkapnya dalam konferesni pers di Mapolsek Pardasuka, Selasa (12/8/2025).
Hasil pencurian uang Rp 96 juta dan sejumlah barang tersebut digunakan pelaku untuk berbagai keperluan pribadi, di antaranya membayar utang, membeli motor Honda PCX, iPhone 13, berlibur ke Yogyakarta, hingga membeli narkoba.
Polisi juga menangkap tiga tersangka lain yang berperan sebagai penadah, yakni DK (25), MN (45), dan TH (45).
DK, yang mengetahui LN mencuri uang, diminta untuk merahasiakan aksi tersebut. Sebagai imbalan, ia menerima bagian sebesar Rp 26,5 juta. Uang itu sebagian digunakan untuk modal membeli perlengkapan bengkel tempatnya bekerja, sedangkan sisanya Rp 16,6 juta yang belum sempat dibelanjakan telah disita polisi.
Sementara itu, MN dan TH membeli ponsel hasil curian dari LN. “Semua pelaku dan barang bukti sudah kami amankan. Kami juga masih melakukan penyelidikan terkait keterlibatan pihak lain,” tegas AKP Johannes.
Atas perbuatannya, LN dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. Sementara ketiga penadah dijerat Pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.
Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus Saputra menegaskan, pengungkapan kasus ini merupakan bentuk komitmen Polres Pringsewu dalam menjaga keamanan di Kabupaten Pringsewu, khususnya di wilayah Kecamatan Pardasuka. Ia menekankan pentingnya kerja sama antara kepolisian dan masyarakat untuk mencegah kasus serupa terulang, salah satunya dengan mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling).
“Setiap kali ada pengungkapan kasus seperti ini, biasanya angka kejahatan akan menurun. Namun, bukan berarti ke depan tidak akan terjadi lagi. Karena itu, saya mengimbau masyarakat untuk selalu waspada,” ujarnya.
Kapolres juga mengungkapkan, rata-rata kasus pencurian dilatarbelakangi oleh masalah ekonomi. Karena itu, menurutnya, pendekatan dalam pencegahan kejahatan tidak cukup hanya dari sisi penegakan hukum, tetapi juga harus dilakukan dari sisi pembinaan keluarga dan penguatan ekonomi masyarakat.(hikmah/rls)


